Rabu, 26 Agustus 2009

TIPS MERAIH KEBAHAGIAAN DI BULAN RAMADHAN

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat dinantikan kedatangannya. Mengapa begitu? Karena di dalamnya banyak sekali berisi kebaikan. Di dalamnya banyak sekali kesempatan bagi kita untuk memperoleh pahala.

Dalam posting kali ini saya ingin berbagi tentang "Tips Meraih Kebahagiaan di Bulan Ramadhan"
  1. Dalam menjalankan sesuatu selalu diiringi dengan niat untuk beribadah dan lakukanlah dengan penuh keikhlasan. Seorang istri ketika hendak memasak ataupun melakukan tugas-tugas rumah tangga, niatkanlah untuk ibadah agar anda tidak hanya mendapatkan rasa lelah saja, namun pahala yang sangat besar insya Allah akan dapat anda raih. Tentunya merupakan kebahagiaan tersendiri jika melihat anggota keluarga : suami dan anak-anak begitu lahapnya menyantap hidangan berbuka puasa yang anda sajikan. Bagi suami dan anak-anak, jika tidak menyukai masakan sang istri/ibu janganlah mudah mencela (tidak enaklah, kurang asinlah dan lain-lain). Kalau memang tidak suka nggak usah disantap, makan saja yang anda sukai. Hal itu akan berakibat lebih baik. Ibu / istri menjadi tidak sakit hati karenanya. Acara berkumpul seperti ini bisa menumbuhsuburkan rasa cinta diantara sesama anggota keluarga.

  2. Usahakan sebisa mungkin ketika acara berbuka puasa, semua anggota keluarga bisa berbuka puasa bersama. Kebersamaan seperti ini akan menumbuhkan perasaan bahagia. Apalagi jika suami / istri termasuk orang-orang yang super sibuk. Sesibuk apapun anda, usahakan berkumpul bersama keluarga ketika buka puasa tiba.

    O ya ada tuntunan dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang buka puasa. Rasulullah bersabda : "Tetap manusia itu dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (Muttafaqun 'alaih). Jadi ketika waktu berbuka puasa tiba, segeralah berbuka. Jangan shalat maghrib dahulu baru berbuka. Berbukalah dahulu meskipun hanya dengan seteguk air putih.

  3. Bagi suami yang mempunyai kebiasaan merokok, segeralah hentikan kebiasaan buruk tersebut. Saya yakin anda pasti tahu akan bahaya merokok. Bahkan saya yakin, para kyai ataupun pejabat yang merokok juga menyadari akan bahayanya racun yang terkandung di dalam rokok tersebut. Namun mayoritas mereka hanya menurutkan hawa nafsu saja. Nafsu untuk menghisap rokok sangatlah besar, sampai-sampai mengalahkan akal sehatnya. Bahaya merokok tidak hanya untuk si perokok saja, tetapi bahaya juga bagi anak-anak anda, istri dan orang-orang di sekitar anda. Nah di bulan suci ini merupakan momen yang sangat tepat bagi para perokok untuk menghentikan kebiasaan merokoknya. Bukankah di bulan suci ini kita diperintahkan untuk mampu mengendalikan hawa nafsu...termasuk NAFSU UNTUK MEROKOK! KEbahagiaan akan semakin terasa jika seluruh anggota keluarga dalam keadaan sehat, tidak teracuni oleh asap rokok.

  4. Shalat Tarawih secara berjamaah di masjid bagi Bapak/Suami dan anak-anak laki-laki. Bagi Ibu/istri dan anak-anak perempuan bisa melakukannya di rumah. Aktivitas beribadah di bulan Ramadhan bisa membangkitkan religiusitas dalam kehidupan rumah tangga. Kehidupan rumah tangga yang di bulan-bulan lain mungkin terasa hambar karena sedikit sekali sentuhan agama yang kita dapatkan. Ruh kita tentu sangat haus akan nilai-nilai religius. dalam bulan yang penuh berkah ini tentu akan sangat membahagiakan jika kita bisa menghadirkan suasana agamis di dalam rumah tangga kita. Dan kita tentunya berharap, di bulan-bulan setelah ramadhan kali ini, nilai-nilai religiusitas di dlam rumah tangga kita akan terbina dengan semakin baik.

  5. Usahakanlah makan sahur, karena banyak sekali manfaatnya bagi kita. Dalam permasalahan sahur ini Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Bersahurlah karena dalam sahur itu terdapat keberkahan." (HR. Bukhari-Muslim). Dibawakan oleh Amru bin Ash r.a. bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Beda antara puasa kami dengan puasa ahli kitab, ialah makan sahur." (HR. Muslim, Abu Dawud dan yang lainnya).

    Apa sih keutamaan sahur itu ? Adapun keutamaan sahur antara lain :
    • Adanya barakah dalam sahur
      Dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Sesungguhnya Allah menjadikan keberkahan dalam sahur dan literan." (HR. Syairazi dan Al-Khatib; lihat Shahih Al-Jami' Ash-Shaghir hadits no. 1731).

    • Allah dan para malikat-Nya bershalawat pada orang yang makan sahur. Dari Abu Sa'id Al-Khudri radliyallahu 'anhu berkata : Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Makan sahur seluruhnya berkah, janganlah kalian meninggalkannya meskipun hanya minum seteguk air, karena Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang bersahur." (HR. Ahmad dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami' Ash-Shaghir hadits no. 3683).

    Itulah manfaat dari sahur yang kita lakukan. Kebahagiaan apalagi yang bisa kita dapatkan selain bisa mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Selain kebaikan di dunia tentu kita akan mendapatkan kebaikan di kaherat kelak.
Semoga ke 5 Tips di atas bisa mewujudkan kebahagiaan bagi anda semua di bulan suci ini.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Senin, 24 Agustus 2009

MEREKA MENGIRA BISA MENGGAPAI KEBAHAGIAAN DENGAN MERAIH SURGA MEREKA MENGIRA TELAH BERBUAT KEBAJIKAN DENGAN JIHAD

Beberapa waktu yang lalu Indonesia kembali diguncang dengan adanya bom. Tepatnya Jum'at, 17 Juli 2009, dua buah bom meledak di Restoran Erlangga Lt. 1 Hotel Rizt Carlton dan Lobby Hotel JW Marriott di kawasan Mega Kuningan. Masih teringat dengan jelas di tempat yang sama yakni di Hotel JW Marriott pada 5 Agustus 2003 juga pernah terjadi peledakan bom. Sungguh sangat menyedihkan.

Para pelaku bom tersebut menganggap perbuatannya adalah suatu kebajikan atas nama jihad. Mereka mengira telah berbuat kebajikan dengan berjihad dan mereka berharap atau malah sangat yakin akan beroleh surga karena telah berjihad. Apakah benar demikian???

Di sini saya ingin menyampaikan sedikit nasehat, nasehat bagi diri saya sendiri dan untuk kaum muslimin semuanya. Nasehat dari seorang yang masih mempunyai rasa cinta kepada saudaranya sesama muslim. Mari kita telaah bersama dengan ilmu, peristiwa pengeboman yang terjadi di sana-sini. Pengeboman yang berujung duka. Mereka menginginkan orang-orang non muslim yang menjadi korban, namun tidak sedikit korbannya adalah orang-orang muslim yang tidak berdosa.

Tahukah anda wahai saudaraku, bahwa membunuh jiwa seorang mukmin adalah bagian dari perbuatan keji (Al-Fuhsy)? Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman : "Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya adalah Jahannam, dia kekal di dalamnya. Allah marah kepadanya sekaligus melaknatnya, dan Allah menyiapkan adzab yang besar baginya." (QS. An-Nisa' : 93)

Sesungguhnya tidak hanya membunuh jiwa seorang mukmin yang diancam dengan ancaman yang mengerikan, namun membunuh seorang kafir dzimmi atau kafir mu'ahad juga diancam dengan ancaman yang mengerikan pula.

Coba simak hadits berikut ini saudaraku...Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Barangsiapa yang membunuh seorang kafir mu'ahad maka dia tidak akan dapat mencium aroma harum Al-Jannah. Sesungguhnya aroma harum Al-Jannah tersebut terciun dari perjalanan 40 tahun." (HR. Bukhari).

Rasullullah
shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda : "Barangsiapa yang membunuh seorang kafir dzimmi, maka dia tidak akan dapat mencium aroma Al-Jannah. Sesungguhnya aroma harum Al-Jannah tercium dari perjalanan sekian dan sekian." (HR. Al-Hakim).

Dalam hadits yang lain Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Tidaklah seorang hamba membunuh seorang kafir mu'ahad kecuali Allah haramkan atasnya Al-Jannah dan (haram atasnya) untuk mencium aroma harumnya." (HR. Al-Hakim).

Sekarang saya akan sebutkan definisi dari kafir dzimmi dan kafir mu'ahad. Kafir dzimmi adalah seorang kafir dari kalangan ahlul kitab yang berlaku baginya ikatan pembayaran jizyah (upeti). Sedangkan kafir mu'ahad dari satu sisi juga tergolong kafir dzimmi, disebabkan adanya ikatan jaminan dzimmah (jaminan perlindungan) dari kaum muslimin dan masih dalam keterikatan dengan perjanjian tersebut. Baik ikatan perjanjian pembayaran jizyah ataupun ikatan genjatan senjata (perdamaian) atau adanya jaminan keamanan dari seorang pribadi muslim untuknya.

Dari penjelasan di atas yakni berdasarkan firman Allah dan hadits Rasulullah di atas jelaslah bahwa membunuh jiwa seorang mukmin mendapat ancaman yang sangat keras yakni pelakunya akan dimasukkan ke dalam jahannam dan kekal di dalamnya. Demikian pula membunuh jiwa seorang kafir dzmmi ataupun kafir mu'ahad, pelakunya diancam dengan ancaman tidak akan dapat mencium aroma harum Al-Jannah (surga). Bayangkan...mencium aromanya saja tidak bisa apatah lagi masuk ke dalamnya sebagaimana anagn-angan mereka???

Saudaraku...para pelaku bom bunuh diri tersebut ternyata telah berangan-angan melakukan suatu kebajikan dengan anggapan telah berjihad dan mereka juga sudah berangan-angan akan memasuki surganya Allah yang penuh kenikmatan.

Yang pasti... "MEREKA PARA TERORIS ITU TELAH MENGGAPAI KESEDIHAN DENGAN MERAIH JAHANNAM DAN MEREKA TELAH BERBUAT KERUSAKAN DENGAN MELAKUKAN PENGEBOMAN"

Kebenaran hanya datang dari Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan ilmu itu adalah di atas hujjah dari Al-Qur'an dan As Sunnah yang shahihah.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Sabtu, 22 Agustus 2009

PUASA TIDAK HANYA SEKEDAR MENAHAN MAKAN DAN MINUM

Bismillahirrahmaanirrahiim

Ibadah puasa memiliki kedudukan yang istimewa di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memberikan pahala yang berlipat ganda sesuai kualitas puasa yang dilakukan seorang hamba. Puasa juga merupakan ibadah yang sangat dicintai Allah Subhanahu wa Ta'ala. Disebutkan dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan akan berlipat menjadi 10 kebaikan sampai 700 kali lipat. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman : 'Kecuali puasa, maka Aku yang akan membalas orang yang menjalankannya karena dia telah meninggalkan keinginan-keinginan hawa nafsunya dan makannya karena Aku'." (Shahih, HR. Muslim).

Hadits di atas menunjukkan dengan jelas betapa tingginya nilai puasa. Allah Subhanahu wa Ta'ala akan melipatgandakan pahalanya bukan hanya sekedar 10 atau 700 kali lipat namun akan Allah Subhanahu wa Ta'ala balas sesuai dengan keinginan-Nya. Kita tahu bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah Maha Pemurah, tentunya kita akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda jika kita menjalankan puasa sesuai dengan tuntunan-Nya.

Perlu digarisbawahi bahwa menjalankan ibadah puasa bukanlah sekedar menahan diri dari makan, minum, merokok, dan hal-hal lainnya yang membatalkan puasa. Orang yang berpuasa harus pula menjaga lisan dan anggota badan lainnya dari segala yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Namun bukan berarti ketika seseorang sedang tidak berpuasa boleh melakukan hal-hal yang diharamkan tersebut.

Yang dimaksudkan di sini adalah bahwa perbuatan maksiat itu lebih berat ancamannya bila dilakukan pada bulan puasa / ramadhan ini. Bisa jadi seseorang yang berpuasa itu tidak mendapatkan faedah apa-apa dari puasanya kecuali hanya merasakan haus dan lapar. Na'udzubillahi min dzalik.

Untuk itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orang yang berpuasa agar mendapatkan pahala dan keutamaan-keutamaan yang telah Allah Subhanahu wa Ta'ala janjikan. Diantaranya :
  1. Ibadah puasa harus dibangun di atas iman kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam rangka mengharapkan ridha-Nya, bukan karena ingin dipuji atau sekedar ikut-ikutan keluarganya atau masyarakatnya yang sedang berpuasa. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Muttafaqun 'alaih).

  2. Menjaga anggota badannya dari hal-hal yang diharamkan Allah Subhanahu wa Ta'ala, seperti menjaga lisannya dari dusta, ghibah, dan lain-lain. Begitu juga menjaga matanya dari hal-hal yang Allah Subhanahu wa Ta'ala haramkan untuk melihatnya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatannya, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak peduli dia meninggalkan makan dan minumnya." (Shahih, HR. Bukhari).

    Kita tentu pernah mendengar istilah Lidah Memang Tidak Bertulang. Dalam Surat Al-Ahzab Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar." Dalam hal ini Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan kita untuk selalu berkata yang benar, bukan berkata dusta dan kebohongan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim). Jadi karena lidah memang tidak bertulang kita mesti hati-hati menjaganya, agar yang keluar dari lisan kita adalah perkataan yang baik-baik dan kalau kita tidak bisa berkata yang baik maka lebih baik kita diam.

    Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat yang dibenci oleh Allah yang dia tidak merenungi (akibatnya), maka dia terjatuh ke dalam neraka jahannam." (Shahih, HR. Bukhari).


    Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda: "Sesungguhnya seorang hamba apabila berbicara dengan satu kalimat yang tidak benar, hal itu menggelincirkan dia ke dalam neraka yang lebih jauh antara timur dan barat." (Shahih, HR. Bukhari dan Muslim).

  3. Bersabar untuk menahan diri dan tidak membalas kejelekan yang ditujukan kepadanya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam hadits Abu Hurairah: "Puasa adalah tameng, maka apabila salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah dia berkata kotor dan janganlah bertengkar dengan mengangkat suara. Jika dia dicela dan disakiti maka katakanlah saya sedang berpuasa." (Shahih, HR. Muslim).
Sesungguhnya puasa itu akan melatih dan mendorong seorang muslim untuk berakhlak mulia serta melatih dirinya menjadi sosok yang terbiasa menjalankan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Namun hasil yang demikian tidak akan didapat kecuali dengan menjaga puasanya dari hal-hal yang sudah saya sebutkan di atas.



Kita memohon kepada Allah
Subhanahu wa Ta'ala agar senantiasa dimudahkan dalam menjaga lisan-lisan kita, supaya apa yang keluar dari lisan kita hanyalah perkataan yang baik dan bermanfaat, bukan perkataan dusta dan sia-sia. Amin. Tentunya harapan kita adalah mendapatkan pahala yang berlimpah dari ibadah puasa yang kita jalankan, bukannya hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja.

Wallahu a'lam bish-shawab.


Minggu, 05 Juli 2009

SIAPA BILANG BIKIN WEBSITE ITU SUSAH???

Menjalankan bisnis via internet tak ubahnya seperti menjalankan bisnis di dunia nyata.

Jika anda punya warung di rumah atau punya toko di mall, anda menjual sesuatu barang kepada pembeli. Barangnya ada, penjual dan pembelinya ada, tokonya juga ada....Berarti ada 3 kata kunci: barang/jasanya ada, penjual dan pembeli ada, media atau tokonya juga ada...

Begitu juga sederhananya bisnis di dunia internet marketing...internet marketing berarti memasarkan sesuatu produk kepada calon pembeli dengan memanfaatkan teknologi internet.

Sedikit beda dg pemasaran offline, di pemasaran online antara penjual dan pembeli hampir tidak pernah berhadapan (kecuali kalo pake video atau webcam di komputernya).

Dengan demikian, pada internet marketing ada 4 Tools yang saling berhubungan :

1. Produk.

>>>Produk di internet dapat berupa barang dan jasa...bisa milik sendiri atau milik orang lain....

2. Penjual dan Pembeli

>>>adalah sama-sama orang yang saling membutuhkan...

3. Website/Blog

>>>Ibarat media pertemuan atau semacam toko dalam bisnis offline.

4. Internet

>>>Memakai teknologi internet dengan seperangkat alat komputer

Itulah gambaran sekilas tentang bisnis yang dijalankan dengan media internet atau lebih dikenal dengan sebutan bisnis online.

Yang ingin saya bahas di sini adalah khusus tentang website. Banyak sekali orang yang beranggapan bahwa membuat website itu adalah perkara yang sulit. Kalau saya katakan : "Tidak sulit, hanya jika Anda tahu caranya dan tahu tempat dimana Anda bisa belajar bikin website yang mudahJika Anda ingin berbisnis lewat internet, Anda wajib mempunyai website.
Untuk sukses di Internet, anda memerlukan sebuah website. Apalagi jika Anda ingin menjual atau mempromosikan
sesuatu, mMaka website menjadi sangat penting. Bahkan industri website di dunia, adalah industri bernilai
Trilyunan Dollar.
Ada 4 Hal penting untuk sukses di Internet:
1. Produk.
2. Website.
3. Kunjungan/Traffic.
4. Automation.

Hanya itu saja. Website adalah mutlak diperlukan jika Anda ingin berbisnis online.
Lalu website seperti apa yang anda perlukan?
Website yang Anda perlukan adalah website yang memenuhi kriteria sebagai berikut :
- sederhana
- profesional
- mudah dibuat
- Fokus kepada manfaat bagi pengunjung
- mempunyai kalimat penjualan yang killer

Untuk bisa membuat website yang memenuhi kriteria tersebut tentunya dibutuhkan ilmu.


Tanpa website, tak mungkin Anda bisa berbisnis lewat internet. Jadi mulai sekarang berusahalah agar Anda bisa membuat website.

Terimakasih, semoga bermanfaat.

Sapto Nurhidayat
CEO : http://rahasiaberhentimerokok.com
http://suamimakincinta.com


Jumat, 03 Juli 2009

Rahasia Bisa Masuk 10 Besar di Search Engine

SEO (Search Engine Optimation) merupakan kata yang sering kita dengar bagi para pemilik website atau orang yang baru belajar membuat website. SEO adalah sebuah teknik yang dilakukan agar website atau blog kita menduduki ranking yang baik di mesin pencari seperti Google atau Yahoo.

Berdasarkan suatu penelitian, ternyata85% dari orang yang menemukan alamat sebuah website, mereka menemukan dengan cara mencarinya di Search Engine seperti Google atau Yahoo.

Bayangkan bila Website atau Blog Anda bisa berada di urutan atas ( 1-10 ) di halaman hasil pencarian, setiap kali ada orang yang mencari informasi sesuai dengan bidang Anda, menarik kan?

Kenapa itu penting? Karena bila kita pandai promosi, pandai Search Engine Optimasi (SEO) maka artinya kita bisa mendatangkan banyak kunjungan ke website, dan kunjungan bisa memungkinkan terjadinya penjualan dan penjualan berarti bisa menghasilkan uang. Dengan tehnik merubah kunjungan yang baik maka kunjungan hasil dari search engine tadi
bisa dirubah menjadi penjualan yang menghasilkan uang.

Namun tidak semudah itu bukan? Tentu saja ada ILMU yang harus Anda pelajari.

Namun itu juga tidak sulit, karena ILMU search engine optimasi juga bukan ILMU yang njlimet kayak bikin softwre sistem operasi windows ataupun office-nya Pakde Bill Gates.

Anda cukup perlu tahu formatnya saja, dimana meletakkan kata kunci ( kata-kata yang dipergunakan oleh orang ketika mencari informasi tertentu di Search Engine).

Bagaimana Anda tahu dimana meletakkan kata kunci di website / blog Anda, ini dinamakan dengan"Onpage Optimasi" sedang teknik optimasi yang berada di luar website, dinamakan Offpage optimisasi.

Keduanya sangat sederhana, dan asalkan mau latihan, mau praktek, Insya Allah siapa saja bisa, meletakkan websitenya di urutan teratas search engine.

Dan ILMU ini tidak sekedar ILMU yang bisa ditemukan dimana saja. Alhamdulillah dengan mempraktekkan langsung berbagai tehnik SEO yang saya dapatkan memang dari ahlinya, hasilnya 2 buah website saya menduduki peringkat nomor 1 di search engine.

Anda bisa cek website saya http://rahasiaberhentimerokok.com dengan kata kunci :

  1. rahasia berhenti merokok (urutan 1 dan 2)
  2. rahasia stop merokok (urutan 1 dan 2)
  3. stop merokok (urutan 9)
  4. berhenti merokok (urutan 8)
  5. stop rokok (urutan 8)
  6. ebook stop rokok (urutan 1)
  7. dan kata kunci yang lainnya
Anda juga bisa mengecek website saya yang lain di http://suamimakincinta.com dengan kata kunci :
  1. suami makin cinta ( urutan 1)
  2. suami makin sayang (urutan 1)
  3. suami makin lengket (urutan 1)
  4. bertambah sayang (urutan 1)
  5. bertambah cinta (urutan 4)
  6. makin cinta (urutan 6)
  7. bertambah lengket (urutan 4)
  8. dan kata kunci yang lainnya
Jika Anda ingin segera MULAI belajar bagaimana cara berada di urutan teratas search engine,
maka Anda bisa mengunjungi http://jadinomorsatu.xellco.com. Sungguh saya benyak belajar dari sana dan banyak mendapatkan manfaat. Buktinya 2 buah website saya menduduki ranking nomor satu dengan kata kunci tertentu di Google.

Website / Blog Andapun bisa menduduki ranking 1-10 di search engine. Silahkan kunjungi http://jadinomorsatu.xellco.com untuk mempelajari Teknik SEO Terbaik yang saya tahu.

Kebajikan / Kebaikan yang Bernilai

Kebajikan atau Kebaikan adalah sebuah kata yang mudah diucapkan namun pada kenyataannya sulit untuk dilakukan. Semua orang baik dari suku manapun, bangsa manapun, agama apapun bisa saja melakukan kebaikan. Banyak diantara orang-orang kafir yang sangat baik perangainya, sangat baik perilakunya, pergaulannya dengan manusia sangat beradab. Namun di sisi lain masih mempunyai kekurangan...yaitu keimanan. Ya... keimanan inilah yang membedakan amalan orang kafir dengan amalan orang yang beriman.

Amalan baik orang kafir meskipun segunung Uhud kebaikannya tidaklah akan bernilai sedikitpun di sisi Allah. Namun berbahagialah orang-orang yang di hatinya ada keimanan. Karena dengan keimanannya itulah amalan baik sekecil apapun yang dilakukan akan bernilai di sisi Allah.

Oleh karena itu saudaraku...janganlah Anda menganggap remeh kebajikan atau kebaikan sekecil apapun. Perhatikan sabda Rasulullah shalallahu'alaihiwasallam berikut ini. Dari Abu Dzar radhiallahu'anhu berkata, berkata kepadaku Rasulullah shalallahu'alaihiwasallam,"Janganlah kamu meremehkan kebaikan sekecil apa pun, meski hanya sekedar wajah cerah yang kamu berikan ketika bertemu saudaramu." (HR. Muslim).

Dalam hadits yang lain disebutkan : "Senyuman kepada saudaramu itu bernilai sedekah bagimu" (HR. Tirmidzi).

Jadi saudaraku janganlah Anda meremehkan amalan kebajikan sekecil apapun yang Anda atau orang lain lakukan. Selama yang mengamalkan adalah orang yang beriman, pasti amalan itu mempunyai nilai di sisi Allah.

Namun yang menjadi pertanyaan adalah "Apa syarat agar amalan baik kita bernilai ibadah dan diterima di sisi Allah? Ada dua syarat mutlak yang harus dipenuhi agar amalan kita sebagai orang yang beriman bisa diterima di sisi Allah :

  1. Amalan itu harus dilakukan dengan ikhlas karena Allah semata
  2. Amalan itu harus sesuai sunnah Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam.
Kedua syarat tersebut harus ada agar amalan kita bernilai ibadah dan diterima di sisi Allah. Jika salah satu dari kedua syarat tersebut tidak terpenuhi maka amalan kita tidak akan diterima di sisi Allah.

Seseorang yang melakukan amalan baik dan amalan tersebut dilakukan dengan tidak ikhlas karena Allah maka amalan tersebut tertolak meskipun amalan tersebut sesuai dengan sunnah Rasulullah. Demikian juga jika seseorang beramal dengan suatu amalan kebajikan dengan ikhlas namun amalannya tidak sesuai dengan sunnah Rasulullah maka amalannya pun akan tertolak. Jadi dua syarat tersebut di atas mutlak harus ada agar amalan kita diterima di sisi Allah. Amalan yang kita lakukan itu harus ikhlas karena Allah dan sesuai sunnah Rasulullah.

Allah berfirman:

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا

Artinya: “Dan apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.” (Terj. Al-Hasyr: 7)

Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد

Artinya: “Barangsiapa yang beramal tanpa ada perintah dari kami, maka tertolak.” (Hadits shohih riwayat Muslim)

Demikian renungan kita kali ini, semoga bermanfaat.


Kamis, 02 Juli 2009


Tidak Ada Ibadah Khusus Bulan Rajab

Al Ustadz Jafar Shalih


Rajab adalah salah satu dari empat bulan haram (suci) di dalam Islam. Disebut dengan bulan haram karena pada bulan-bulan ini kita dilarang berperang, selain juga melakukan kedzaliman padanya lebih terlarang dibanding dengan bulan-bulan yang lainnya. Tentang hal ini Allah Subhanahu Wa Ta’aala berfirman (artinya): “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah menganiaya diri dalam bulan yang empat itu” (QS. At-Taubah:36)


Dan dalam hadits Abu Bakrah Radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda (artinya): “Sesungguhnya zaman telah berputar seperti hari ketika Allah menciptakan langit dan bumi, satu tahun dua belas bulan, diantaranya empat bulan haram (suci), tiga berturut-turut; Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab Mudhar, (yaitu) bulan antara Jumadil (‘Ula dan Tsaniyah) dengan Sya’ban” (Muttafaqun ‘alaihi).

Inilah keutamaan bulan-bulan haram dari selainnya. Dan untuk bulan Rajab, tidak diketahui satu pun dalil yang menunjukkan keutamaan lain selain dari yang disebutkan. Karena itu tidak satu pun hadits shahih yang menerangkan tentang keistimewaan bulan ini, tidak mengistimewakannya dengan melakukan puasa pada keseluruhannya atau pada sebagian hari-harinya, dan tidak pula dengan melakukan shalat malam serta ibadah-ibadah khusus lainnya. Bahkan seluruh hadits-hadits yang menerangkan keistimewaan bulan ini adalah lemah dan kebanyakannya adalah dusta dan palsu. Hal ini seperti yang dikatakan oleh Al Hafidz Ibnu Hajar Al Atsqalani Rahimahullah dalam Tabyin Al Ajab bima Warada fi Syahri Rajab, “Tidak satu pun hadits yang menerangkan tentang keutamaan bulan Rajab adalah benar (shahih), tidak tentang keutamaan berpuasa seluruhnya dan tidak pula sebagiannya, atau shalat pada malam-malam tertentu padanya. Dan Al Imam Abu Ismail Al Harawi Al Hafidz sudah pernah mengatakan hal ini sebelum saya, kami meriwayatkan hal ini darinya dengan sanad yang shahih, begitu pula dari selain beliau…”

Dan banyak lagi nukilan dari para imam yang menegaskan hal ini. Seperti Al Imam Abdullah bin Muhammad Al Anshari Rahimahullah, ia berkata, “Tidak satu pun hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tentang keutamaan bulan Rajab dan berpuasa padanya yang shahih” Ada’u ma Wajab (hal 56) karya Al Hafidz Ibnu Dahyah Rahimahullah. Juga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah dalam Majmu’ Fatawa (25/290-291) dan Asy-Syaikh Aba Buthain Rahimahullah dalam Durarus Sanniyyah (5/361).

Di sisi banyaknya nukilan dari para imam tersebut, tragisnya masih saja ada dari ummat islam yang mengistimewakan bulan ini dengan melakukan ibadah-ibadah yang tidak ada asal-usulnya di dalam syari’at yang suci, seperti mengistimewakannya dengan berpuasa, apakah di awalnya atau keseluruhannya. Dan umumnya ummat islam di tanah air mengistimewakan bulan ini dengan membaca dzikir-dzikir khusus seperti “Istighfar bulan Rajab” yang dibaca setiap pagi dan petang sebanyak 70 kali, sambil mengangkat tangan membaca;َّ

“Allahummaghfirlii warhamnii watub ‘alayya”

Artinya; “Ya Allah, ampunilah aku, dan kasihilah aku serta terimalah taubatku”.

Biasanya dzikir ini dibaca setelah imam salam dari shalat wajib dan diikuti oleh pada jamaah dengan serempak. Dan masih banyak lagi amalan-amalan serupa di bulan Rajab yang tidak ada asal usulnya di dalam syari’at ini. Dan semua ini merupakan ajaran baru yang tidak dikenal oleh generasi shahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in, padahal mereka lah generasi terbaik ummat ini, seperti yang terdapat dalam hadits (artinya), “Sebaik-baik manusia adalah kurunku kemudian yang setelahnya, kemudian yang setelahnya” (Muttafaqun ‘Alaihi dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ’anhu).

Maka masih adakah kedzaliman yang lebih besar dari mencampakkan hukum Allah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mengambil hukum manusia?!

“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyari’atkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih”. (QS. Asy-Syuura: 21)

Apalagi ada riwayat dari salaf bahwa dahulu mereka mengingkari perbuatan orang-orang yang mengistimewakan bulan ini dengan berpuasa, seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah Rahimahullah dengan sanad yang shahih dari Kharsyah bin Al Hurr, ia berkata; “Saya menyaksikan Umar bin Khattab Radhiallahu’anhu memukuli tangan orang-orang di bulan Rajab, sampai mereka meletakkan tangan-tangan mereka di piring-piring makannya (melarang mereka berpuasa –penerj), dan Umar Radhiallahu’anhu berkata;

“Makanlah kalian, bulan ini adalah bulan yang dahulu dimuliakan orang-orang jahiliyah”. Ada’u ma Wajab (hal 57 dan 63)

Juga ketika Abu Bakr Radhiyallahu ’anhu menemui keluarganya dan melihat mereka membeli cangkir-cangkir minum, dan bersiap-siap untuk puasa, ia berkata, “Apa ini!” Mereka menjawab, “Rajab”. Abu Bakr Radhiyallahu ’anhu berkata, “Apa kalian ingin menyerupakannya dengan Ramadhan? Lalu ia memecahkan cangkir-cangkir tersebut” Majmu’ Fatawa (25/290-291)

Maka wajib bagi kita untuk kembali kepada syari’at Allah Subhanahu Wa Ta’aala dalam segala hal, dan meninggalkan syari’at-syari’at buatan dalam beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’aala sebelum yang lainnya. Wallahu A’lam bis Shawaab.

Judul Asli: Tidak Ada Ibadah Khusus di Bulan Rajab
Dari Majalah As-Salaam edisi 2
Sumber: www.ahlussunnah-jakarta.com