Kebajikan atau Kebaikan adalah sebuah kata yang mudah diucapkan namun pada kenyataannya sulit untuk dilakukan. Semua orang baik dari suku manapun, bangsa manapun, agama apapun bisa saja melakukan kebaikan. Banyak diantara orang-orang kafir yang sangat baik perangainya, sangat baik perilakunya, pergaulannya dengan manusia sangat beradab. Namun di sisi lain masih mempunyai kekurangan...yaitu keimanan. Ya... keimanan inilah yang membedakan amalan orang kafir dengan amalan orang yang beriman.
Amalan baik orang kafir meskipun segunung Uhud kebaikannya tidaklah akan bernilai sedikitpun di sisi Allah. Namun berbahagialah orang-orang yang di hatinya ada keimanan. Karena dengan keimanannya itulah amalan baik sekecil apapun yang dilakukan akan bernilai di sisi Allah.
Oleh karena itu saudaraku...janganlah Anda menganggap remeh kebajikan atau kebaikan sekecil apapun. Perhatikan sabda Rasulullah shalallahu'alaihiwasallam berikut ini. Dari Abu Dzar radhiallahu'anhu berkata, berkata kepadaku Rasulullah shalallahu'alaihiwasallam,"Janganlah kamu meremehkan kebaikan sekecil apa pun, meski hanya sekedar wajah cerah yang kamu berikan ketika bertemu saudaramu." (HR. Muslim).
Dalam hadits yang lain disebutkan : "Senyuman kepada saudaramu itu bernilai sedekah bagimu" (HR. Tirmidzi).
Jadi saudaraku janganlah Anda meremehkan amalan kebajikan sekecil apapun yang Anda atau orang lain lakukan. Selama yang mengamalkan adalah orang yang beriman, pasti amalan itu mempunyai nilai di sisi Allah.
Namun yang menjadi pertanyaan adalah "Apa syarat agar amalan baik kita bernilai ibadah dan diterima di sisi Allah? Ada dua syarat mutlak yang harus dipenuhi agar amalan kita sebagai orang yang beriman bisa diterima di sisi Allah :
- Amalan itu harus dilakukan dengan ikhlas karena Allah semata
- Amalan itu harus sesuai sunnah Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam.
Kedua syarat tersebut harus ada agar amalan kita bernilai ibadah dan diterima di sisi Allah. Jika salah satu dari kedua syarat tersebut tidak terpenuhi maka amalan kita tidak akan diterima di sisi Allah.
Seseorang yang melakukan amalan baik dan amalan tersebut dilakukan dengan tidak ikhlas karena Allah maka amalan tersebut tertolak meskipun amalan tersebut sesuai dengan sunnah Rasulullah. Demikian juga jika seseorang beramal dengan suatu amalan kebajikan dengan ikhlas namun amalannya tidak sesuai dengan sunnah Rasulullah maka amalannya pun akan tertolak. Jadi dua syarat tersebut di atas mutlak harus ada agar amalan kita diterima di sisi Allah. Amalan yang kita lakukan itu harus ikhlas karena Allah dan sesuai sunnah Rasulullah.
Seseorang yang melakukan amalan baik dan amalan tersebut dilakukan dengan tidak ikhlas karena Allah maka amalan tersebut tertolak meskipun amalan tersebut sesuai dengan sunnah Rasulullah. Demikian juga jika seseorang beramal dengan suatu amalan kebajikan dengan ikhlas namun amalannya tidak sesuai dengan sunnah Rasulullah maka amalannya pun akan tertolak. Jadi dua syarat tersebut di atas mutlak harus ada agar amalan kita diterima di sisi Allah. Amalan yang kita lakukan itu harus ikhlas karena Allah dan sesuai sunnah Rasulullah.
Allah berfirman:
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا
Artinya: “Dan apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.” (Terj. Al-Hasyr: 7)
Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد
Artinya: “Barangsiapa yang beramal tanpa ada perintah dari kami, maka tertolak.” (Hadits shohih riwayat Muslim)
Demikian renungan kita kali ini, semoga bermanfaat.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar