Minggu, 05 Juli 2009

SIAPA BILANG BIKIN WEBSITE ITU SUSAH???

Menjalankan bisnis via internet tak ubahnya seperti menjalankan bisnis di dunia nyata.

Jika anda punya warung di rumah atau punya toko di mall, anda menjual sesuatu barang kepada pembeli. Barangnya ada, penjual dan pembelinya ada, tokonya juga ada....Berarti ada 3 kata kunci: barang/jasanya ada, penjual dan pembeli ada, media atau tokonya juga ada...

Begitu juga sederhananya bisnis di dunia internet marketing...internet marketing berarti memasarkan sesuatu produk kepada calon pembeli dengan memanfaatkan teknologi internet.

Sedikit beda dg pemasaran offline, di pemasaran online antara penjual dan pembeli hampir tidak pernah berhadapan (kecuali kalo pake video atau webcam di komputernya).

Dengan demikian, pada internet marketing ada 4 Tools yang saling berhubungan :

1. Produk.

>>>Produk di internet dapat berupa barang dan jasa...bisa milik sendiri atau milik orang lain....

2. Penjual dan Pembeli

>>>adalah sama-sama orang yang saling membutuhkan...

3. Website/Blog

>>>Ibarat media pertemuan atau semacam toko dalam bisnis offline.

4. Internet

>>>Memakai teknologi internet dengan seperangkat alat komputer

Itulah gambaran sekilas tentang bisnis yang dijalankan dengan media internet atau lebih dikenal dengan sebutan bisnis online.

Yang ingin saya bahas di sini adalah khusus tentang website. Banyak sekali orang yang beranggapan bahwa membuat website itu adalah perkara yang sulit. Kalau saya katakan : "Tidak sulit, hanya jika Anda tahu caranya dan tahu tempat dimana Anda bisa belajar bikin website yang mudahJika Anda ingin berbisnis lewat internet, Anda wajib mempunyai website.
Untuk sukses di Internet, anda memerlukan sebuah website. Apalagi jika Anda ingin menjual atau mempromosikan
sesuatu, mMaka website menjadi sangat penting. Bahkan industri website di dunia, adalah industri bernilai
Trilyunan Dollar.
Ada 4 Hal penting untuk sukses di Internet:
1. Produk.
2. Website.
3. Kunjungan/Traffic.
4. Automation.

Hanya itu saja. Website adalah mutlak diperlukan jika Anda ingin berbisnis online.
Lalu website seperti apa yang anda perlukan?
Website yang Anda perlukan adalah website yang memenuhi kriteria sebagai berikut :
- sederhana
- profesional
- mudah dibuat
- Fokus kepada manfaat bagi pengunjung
- mempunyai kalimat penjualan yang killer

Untuk bisa membuat website yang memenuhi kriteria tersebut tentunya dibutuhkan ilmu.


Tanpa website, tak mungkin Anda bisa berbisnis lewat internet. Jadi mulai sekarang berusahalah agar Anda bisa membuat website.

Terimakasih, semoga bermanfaat.

Sapto Nurhidayat
CEO : http://rahasiaberhentimerokok.com
http://suamimakincinta.com


Jumat, 03 Juli 2009

Rahasia Bisa Masuk 10 Besar di Search Engine

SEO (Search Engine Optimation) merupakan kata yang sering kita dengar bagi para pemilik website atau orang yang baru belajar membuat website. SEO adalah sebuah teknik yang dilakukan agar website atau blog kita menduduki ranking yang baik di mesin pencari seperti Google atau Yahoo.

Berdasarkan suatu penelitian, ternyata85% dari orang yang menemukan alamat sebuah website, mereka menemukan dengan cara mencarinya di Search Engine seperti Google atau Yahoo.

Bayangkan bila Website atau Blog Anda bisa berada di urutan atas ( 1-10 ) di halaman hasil pencarian, setiap kali ada orang yang mencari informasi sesuai dengan bidang Anda, menarik kan?

Kenapa itu penting? Karena bila kita pandai promosi, pandai Search Engine Optimasi (SEO) maka artinya kita bisa mendatangkan banyak kunjungan ke website, dan kunjungan bisa memungkinkan terjadinya penjualan dan penjualan berarti bisa menghasilkan uang. Dengan tehnik merubah kunjungan yang baik maka kunjungan hasil dari search engine tadi
bisa dirubah menjadi penjualan yang menghasilkan uang.

Namun tidak semudah itu bukan? Tentu saja ada ILMU yang harus Anda pelajari.

Namun itu juga tidak sulit, karena ILMU search engine optimasi juga bukan ILMU yang njlimet kayak bikin softwre sistem operasi windows ataupun office-nya Pakde Bill Gates.

Anda cukup perlu tahu formatnya saja, dimana meletakkan kata kunci ( kata-kata yang dipergunakan oleh orang ketika mencari informasi tertentu di Search Engine).

Bagaimana Anda tahu dimana meletakkan kata kunci di website / blog Anda, ini dinamakan dengan"Onpage Optimasi" sedang teknik optimasi yang berada di luar website, dinamakan Offpage optimisasi.

Keduanya sangat sederhana, dan asalkan mau latihan, mau praktek, Insya Allah siapa saja bisa, meletakkan websitenya di urutan teratas search engine.

Dan ILMU ini tidak sekedar ILMU yang bisa ditemukan dimana saja. Alhamdulillah dengan mempraktekkan langsung berbagai tehnik SEO yang saya dapatkan memang dari ahlinya, hasilnya 2 buah website saya menduduki peringkat nomor 1 di search engine.

Anda bisa cek website saya http://rahasiaberhentimerokok.com dengan kata kunci :

  1. rahasia berhenti merokok (urutan 1 dan 2)
  2. rahasia stop merokok (urutan 1 dan 2)
  3. stop merokok (urutan 9)
  4. berhenti merokok (urutan 8)
  5. stop rokok (urutan 8)
  6. ebook stop rokok (urutan 1)
  7. dan kata kunci yang lainnya
Anda juga bisa mengecek website saya yang lain di http://suamimakincinta.com dengan kata kunci :
  1. suami makin cinta ( urutan 1)
  2. suami makin sayang (urutan 1)
  3. suami makin lengket (urutan 1)
  4. bertambah sayang (urutan 1)
  5. bertambah cinta (urutan 4)
  6. makin cinta (urutan 6)
  7. bertambah lengket (urutan 4)
  8. dan kata kunci yang lainnya
Jika Anda ingin segera MULAI belajar bagaimana cara berada di urutan teratas search engine,
maka Anda bisa mengunjungi http://jadinomorsatu.xellco.com. Sungguh saya benyak belajar dari sana dan banyak mendapatkan manfaat. Buktinya 2 buah website saya menduduki ranking nomor satu dengan kata kunci tertentu di Google.

Website / Blog Andapun bisa menduduki ranking 1-10 di search engine. Silahkan kunjungi http://jadinomorsatu.xellco.com untuk mempelajari Teknik SEO Terbaik yang saya tahu.

Kebajikan / Kebaikan yang Bernilai

Kebajikan atau Kebaikan adalah sebuah kata yang mudah diucapkan namun pada kenyataannya sulit untuk dilakukan. Semua orang baik dari suku manapun, bangsa manapun, agama apapun bisa saja melakukan kebaikan. Banyak diantara orang-orang kafir yang sangat baik perangainya, sangat baik perilakunya, pergaulannya dengan manusia sangat beradab. Namun di sisi lain masih mempunyai kekurangan...yaitu keimanan. Ya... keimanan inilah yang membedakan amalan orang kafir dengan amalan orang yang beriman.

Amalan baik orang kafir meskipun segunung Uhud kebaikannya tidaklah akan bernilai sedikitpun di sisi Allah. Namun berbahagialah orang-orang yang di hatinya ada keimanan. Karena dengan keimanannya itulah amalan baik sekecil apapun yang dilakukan akan bernilai di sisi Allah.

Oleh karena itu saudaraku...janganlah Anda menganggap remeh kebajikan atau kebaikan sekecil apapun. Perhatikan sabda Rasulullah shalallahu'alaihiwasallam berikut ini. Dari Abu Dzar radhiallahu'anhu berkata, berkata kepadaku Rasulullah shalallahu'alaihiwasallam,"Janganlah kamu meremehkan kebaikan sekecil apa pun, meski hanya sekedar wajah cerah yang kamu berikan ketika bertemu saudaramu." (HR. Muslim).

Dalam hadits yang lain disebutkan : "Senyuman kepada saudaramu itu bernilai sedekah bagimu" (HR. Tirmidzi).

Jadi saudaraku janganlah Anda meremehkan amalan kebajikan sekecil apapun yang Anda atau orang lain lakukan. Selama yang mengamalkan adalah orang yang beriman, pasti amalan itu mempunyai nilai di sisi Allah.

Namun yang menjadi pertanyaan adalah "Apa syarat agar amalan baik kita bernilai ibadah dan diterima di sisi Allah? Ada dua syarat mutlak yang harus dipenuhi agar amalan kita sebagai orang yang beriman bisa diterima di sisi Allah :

  1. Amalan itu harus dilakukan dengan ikhlas karena Allah semata
  2. Amalan itu harus sesuai sunnah Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam.
Kedua syarat tersebut harus ada agar amalan kita bernilai ibadah dan diterima di sisi Allah. Jika salah satu dari kedua syarat tersebut tidak terpenuhi maka amalan kita tidak akan diterima di sisi Allah.

Seseorang yang melakukan amalan baik dan amalan tersebut dilakukan dengan tidak ikhlas karena Allah maka amalan tersebut tertolak meskipun amalan tersebut sesuai dengan sunnah Rasulullah. Demikian juga jika seseorang beramal dengan suatu amalan kebajikan dengan ikhlas namun amalannya tidak sesuai dengan sunnah Rasulullah maka amalannya pun akan tertolak. Jadi dua syarat tersebut di atas mutlak harus ada agar amalan kita diterima di sisi Allah. Amalan yang kita lakukan itu harus ikhlas karena Allah dan sesuai sunnah Rasulullah.

Allah berfirman:

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا

Artinya: “Dan apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.” (Terj. Al-Hasyr: 7)

Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد

Artinya: “Barangsiapa yang beramal tanpa ada perintah dari kami, maka tertolak.” (Hadits shohih riwayat Muslim)

Demikian renungan kita kali ini, semoga bermanfaat.


Kamis, 02 Juli 2009


Tidak Ada Ibadah Khusus Bulan Rajab

Al Ustadz Jafar Shalih


Rajab adalah salah satu dari empat bulan haram (suci) di dalam Islam. Disebut dengan bulan haram karena pada bulan-bulan ini kita dilarang berperang, selain juga melakukan kedzaliman padanya lebih terlarang dibanding dengan bulan-bulan yang lainnya. Tentang hal ini Allah Subhanahu Wa Ta’aala berfirman (artinya): “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah menganiaya diri dalam bulan yang empat itu” (QS. At-Taubah:36)


Dan dalam hadits Abu Bakrah Radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda (artinya): “Sesungguhnya zaman telah berputar seperti hari ketika Allah menciptakan langit dan bumi, satu tahun dua belas bulan, diantaranya empat bulan haram (suci), tiga berturut-turut; Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab Mudhar, (yaitu) bulan antara Jumadil (‘Ula dan Tsaniyah) dengan Sya’ban” (Muttafaqun ‘alaihi).

Inilah keutamaan bulan-bulan haram dari selainnya. Dan untuk bulan Rajab, tidak diketahui satu pun dalil yang menunjukkan keutamaan lain selain dari yang disebutkan. Karena itu tidak satu pun hadits shahih yang menerangkan tentang keistimewaan bulan ini, tidak mengistimewakannya dengan melakukan puasa pada keseluruhannya atau pada sebagian hari-harinya, dan tidak pula dengan melakukan shalat malam serta ibadah-ibadah khusus lainnya. Bahkan seluruh hadits-hadits yang menerangkan keistimewaan bulan ini adalah lemah dan kebanyakannya adalah dusta dan palsu. Hal ini seperti yang dikatakan oleh Al Hafidz Ibnu Hajar Al Atsqalani Rahimahullah dalam Tabyin Al Ajab bima Warada fi Syahri Rajab, “Tidak satu pun hadits yang menerangkan tentang keutamaan bulan Rajab adalah benar (shahih), tidak tentang keutamaan berpuasa seluruhnya dan tidak pula sebagiannya, atau shalat pada malam-malam tertentu padanya. Dan Al Imam Abu Ismail Al Harawi Al Hafidz sudah pernah mengatakan hal ini sebelum saya, kami meriwayatkan hal ini darinya dengan sanad yang shahih, begitu pula dari selain beliau…”

Dan banyak lagi nukilan dari para imam yang menegaskan hal ini. Seperti Al Imam Abdullah bin Muhammad Al Anshari Rahimahullah, ia berkata, “Tidak satu pun hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tentang keutamaan bulan Rajab dan berpuasa padanya yang shahih” Ada’u ma Wajab (hal 56) karya Al Hafidz Ibnu Dahyah Rahimahullah. Juga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah dalam Majmu’ Fatawa (25/290-291) dan Asy-Syaikh Aba Buthain Rahimahullah dalam Durarus Sanniyyah (5/361).

Di sisi banyaknya nukilan dari para imam tersebut, tragisnya masih saja ada dari ummat islam yang mengistimewakan bulan ini dengan melakukan ibadah-ibadah yang tidak ada asal-usulnya di dalam syari’at yang suci, seperti mengistimewakannya dengan berpuasa, apakah di awalnya atau keseluruhannya. Dan umumnya ummat islam di tanah air mengistimewakan bulan ini dengan membaca dzikir-dzikir khusus seperti “Istighfar bulan Rajab” yang dibaca setiap pagi dan petang sebanyak 70 kali, sambil mengangkat tangan membaca;َّ

“Allahummaghfirlii warhamnii watub ‘alayya”

Artinya; “Ya Allah, ampunilah aku, dan kasihilah aku serta terimalah taubatku”.

Biasanya dzikir ini dibaca setelah imam salam dari shalat wajib dan diikuti oleh pada jamaah dengan serempak. Dan masih banyak lagi amalan-amalan serupa di bulan Rajab yang tidak ada asal usulnya di dalam syari’at ini. Dan semua ini merupakan ajaran baru yang tidak dikenal oleh generasi shahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in, padahal mereka lah generasi terbaik ummat ini, seperti yang terdapat dalam hadits (artinya), “Sebaik-baik manusia adalah kurunku kemudian yang setelahnya, kemudian yang setelahnya” (Muttafaqun ‘Alaihi dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ’anhu).

Maka masih adakah kedzaliman yang lebih besar dari mencampakkan hukum Allah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mengambil hukum manusia?!

“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyari’atkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih”. (QS. Asy-Syuura: 21)

Apalagi ada riwayat dari salaf bahwa dahulu mereka mengingkari perbuatan orang-orang yang mengistimewakan bulan ini dengan berpuasa, seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah Rahimahullah dengan sanad yang shahih dari Kharsyah bin Al Hurr, ia berkata; “Saya menyaksikan Umar bin Khattab Radhiallahu’anhu memukuli tangan orang-orang di bulan Rajab, sampai mereka meletakkan tangan-tangan mereka di piring-piring makannya (melarang mereka berpuasa –penerj), dan Umar Radhiallahu’anhu berkata;

“Makanlah kalian, bulan ini adalah bulan yang dahulu dimuliakan orang-orang jahiliyah”. Ada’u ma Wajab (hal 57 dan 63)

Juga ketika Abu Bakr Radhiyallahu ’anhu menemui keluarganya dan melihat mereka membeli cangkir-cangkir minum, dan bersiap-siap untuk puasa, ia berkata, “Apa ini!” Mereka menjawab, “Rajab”. Abu Bakr Radhiyallahu ’anhu berkata, “Apa kalian ingin menyerupakannya dengan Ramadhan? Lalu ia memecahkan cangkir-cangkir tersebut” Majmu’ Fatawa (25/290-291)

Maka wajib bagi kita untuk kembali kepada syari’at Allah Subhanahu Wa Ta’aala dalam segala hal, dan meninggalkan syari’at-syari’at buatan dalam beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’aala sebelum yang lainnya. Wallahu A’lam bis Shawaab.

Judul Asli: Tidak Ada Ibadah Khusus di Bulan Rajab
Dari Majalah As-Salaam edisi 2
Sumber: www.ahlussunnah-jakarta.com