Beberapa waktu yang lalu Indonesia kembali diguncang dengan adanya bom. Tepatnya Jum'at, 17 Juli 2009, dua buah bom meledak di Restoran Erlangga Lt. 1 Hotel Rizt Carlton dan Lobby Hotel JW Marriott di kawasan Mega Kuningan. Masih teringat dengan jelas di tempat yang sama yakni di Hotel JW Marriott pada 5 Agustus 2003 juga pernah terjadi peledakan bom. Sungguh sangat menyedihkan.
Para pelaku bom tersebut menganggap perbuatannya adalah suatu kebajikan atas nama jihad. Mereka mengira telah berbuat kebajikan dengan berjihad dan mereka berharap atau malah sangat yakin akan beroleh surga karena telah berjihad. Apakah benar demikian???
Di sini saya ingin menyampaikan sedikit nasehat, nasehat bagi diri saya sendiri dan untuk kaum muslimin semuanya. Nasehat dari seorang yang masih mempunyai rasa cinta kepada saudaranya sesama muslim. Mari kita telaah bersama dengan ilmu, peristiwa pengeboman yang terjadi di sana-sini. Pengeboman yang berujung duka. Mereka menginginkan orang-orang non muslim yang menjadi korban, namun tidak sedikit korbannya adalah orang-orang muslim yang tidak berdosa.
Tahukah anda wahai saudaraku, bahwa membunuh jiwa seorang mukmin adalah bagian dari perbuatan keji (Al-Fuhsy)? Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman : "Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya adalah Jahannam, dia kekal di dalamnya. Allah marah kepadanya sekaligus melaknatnya, dan Allah menyiapkan adzab yang besar baginya." (QS. An-Nisa' : 93)
Sesungguhnya tidak hanya membunuh jiwa seorang mukmin yang diancam dengan ancaman yang mengerikan, namun membunuh seorang kafir dzimmi atau kafir mu'ahad juga diancam dengan ancaman yang mengerikan pula.
Coba simak hadits berikut ini saudaraku...Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Barangsiapa yang membunuh seorang kafir mu'ahad maka dia tidak akan dapat mencium aroma harum Al-Jannah. Sesungguhnya aroma harum Al-Jannah tersebut terciun dari perjalanan 40 tahun." (HR. Bukhari).
Rasullullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda : "Barangsiapa yang membunuh seorang kafir dzimmi, maka dia tidak akan dapat mencium aroma Al-Jannah. Sesungguhnya aroma harum Al-Jannah tercium dari perjalanan sekian dan sekian." (HR. Al-Hakim).
Dalam hadits yang lain Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Tidaklah seorang hamba membunuh seorang kafir mu'ahad kecuali Allah haramkan atasnya Al-Jannah dan (haram atasnya) untuk mencium aroma harumnya." (HR. Al-Hakim).
Sekarang saya akan sebutkan definisi dari kafir dzimmi dan kafir mu'ahad. Kafir dzimmi adalah seorang kafir dari kalangan ahlul kitab yang berlaku baginya ikatan pembayaran jizyah (upeti). Sedangkan kafir mu'ahad dari satu sisi juga tergolong kafir dzimmi, disebabkan adanya ikatan jaminan dzimmah (jaminan perlindungan) dari kaum muslimin dan masih dalam keterikatan dengan perjanjian tersebut. Baik ikatan perjanjian pembayaran jizyah ataupun ikatan genjatan senjata (perdamaian) atau adanya jaminan keamanan dari seorang pribadi muslim untuknya.
Dari penjelasan di atas yakni berdasarkan firman Allah dan hadits Rasulullah di atas jelaslah bahwa membunuh jiwa seorang mukmin mendapat ancaman yang sangat keras yakni pelakunya akan dimasukkan ke dalam jahannam dan kekal di dalamnya. Demikian pula membunuh jiwa seorang kafir dzmmi ataupun kafir mu'ahad, pelakunya diancam dengan ancaman tidak akan dapat mencium aroma harum Al-Jannah (surga). Bayangkan...mencium aromanya saja tidak bisa apatah lagi masuk ke dalamnya sebagaimana anagn-angan mereka???
Saudaraku...para pelaku bom bunuh diri tersebut ternyata telah berangan-angan melakukan suatu kebajikan dengan anggapan telah berjihad dan mereka juga sudah berangan-angan akan memasuki surganya Allah yang penuh kenikmatan.
Yang pasti... "MEREKA PARA TERORIS ITU TELAH MENGGAPAI KESEDIHAN DENGAN MERAIH JAHANNAM DAN MEREKA TELAH BERBUAT KERUSAKAN DENGAN MELAKUKAN PENGEBOMAN"
Kebenaran hanya datang dari Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan ilmu itu adalah di atas hujjah dari Al-Qur'an dan As Sunnah yang shahihah.
Wallahu a'lam bish-shawab.
Sesungguhnya tidak hanya membunuh jiwa seorang mukmin yang diancam dengan ancaman yang mengerikan, namun membunuh seorang kafir dzimmi atau kafir mu'ahad juga diancam dengan ancaman yang mengerikan pula.
Coba simak hadits berikut ini saudaraku...Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Barangsiapa yang membunuh seorang kafir mu'ahad maka dia tidak akan dapat mencium aroma harum Al-Jannah. Sesungguhnya aroma harum Al-Jannah tersebut terciun dari perjalanan 40 tahun." (HR. Bukhari).
Rasullullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda : "Barangsiapa yang membunuh seorang kafir dzimmi, maka dia tidak akan dapat mencium aroma Al-Jannah. Sesungguhnya aroma harum Al-Jannah tercium dari perjalanan sekian dan sekian." (HR. Al-Hakim).
Dalam hadits yang lain Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Tidaklah seorang hamba membunuh seorang kafir mu'ahad kecuali Allah haramkan atasnya Al-Jannah dan (haram atasnya) untuk mencium aroma harumnya." (HR. Al-Hakim).
Sekarang saya akan sebutkan definisi dari kafir dzimmi dan kafir mu'ahad. Kafir dzimmi adalah seorang kafir dari kalangan ahlul kitab yang berlaku baginya ikatan pembayaran jizyah (upeti). Sedangkan kafir mu'ahad dari satu sisi juga tergolong kafir dzimmi, disebabkan adanya ikatan jaminan dzimmah (jaminan perlindungan) dari kaum muslimin dan masih dalam keterikatan dengan perjanjian tersebut. Baik ikatan perjanjian pembayaran jizyah ataupun ikatan genjatan senjata (perdamaian) atau adanya jaminan keamanan dari seorang pribadi muslim untuknya.
Dari penjelasan di atas yakni berdasarkan firman Allah dan hadits Rasulullah di atas jelaslah bahwa membunuh jiwa seorang mukmin mendapat ancaman yang sangat keras yakni pelakunya akan dimasukkan ke dalam jahannam dan kekal di dalamnya. Demikian pula membunuh jiwa seorang kafir dzmmi ataupun kafir mu'ahad, pelakunya diancam dengan ancaman tidak akan dapat mencium aroma harum Al-Jannah (surga). Bayangkan...mencium aromanya saja tidak bisa apatah lagi masuk ke dalamnya sebagaimana anagn-angan mereka???
Saudaraku...para pelaku bom bunuh diri tersebut ternyata telah berangan-angan melakukan suatu kebajikan dengan anggapan telah berjihad dan mereka juga sudah berangan-angan akan memasuki surganya Allah yang penuh kenikmatan.
Yang pasti... "MEREKA PARA TERORIS ITU TELAH MENGGAPAI KESEDIHAN DENGAN MERAIH JAHANNAM DAN MEREKA TELAH BERBUAT KERUSAKAN DENGAN MELAKUKAN PENGEBOMAN"
Kebenaran hanya datang dari Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan ilmu itu adalah di atas hujjah dari Al-Qur'an dan As Sunnah yang shahihah.
Wallahu a'lam bish-shawab.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar